So my soul surrenders (Jiwaku berserah)

To my faithful God (Kepada Tuhanku yang setia)

My faithful God (Tuhanku yang setia)

You're my hope and anchor (Engkaulah harapan dan jangkarku)

I trust in You (Aku percaya kepada-Mu)

 

Where would I be? (Di manakah aku berada?)

If not for Your Grace that rescued me (Tanpa anugerah-Mu yang telah menyelamatkanku)

My life surrendered (Kuserahkan hidupku)

To worship You (Untuk menyembah-Mu)

 

Tuhan, dengan segala kemuliaan dan anugerah-Nya yang begitu besar serta perkenanannya atas kita, memilih untuk merespon saat kita menyembah-Nya. Upah dari penyembahan kita adalah Yesus sendiri. Inilah janji-Nya – bahwa saat kita menyembah Dia dengan kasih dan berserah penuh kepada-Nya, Dia datang dan bersekutu dengan kita.

Janji ini bukan tentang kita akan “merasa bahagia” dalam penyembahan dan terlepas dari segala beban, namun tentang Dia yang datang kepada kita. Hadirat-Nya akan menyertai kita. Dan saat Tuhan datang sebagai respon-Nya terhadap penyembahan kita, Mazmur 96:13 (BIS) menyatakan, “Sebab TUHAN datang memerintah di bumi, Ia akan menghakimi bangsa-bangsa dengan adil dan jujur.”

Oleh karena itu, jika kehidupan membuat Anda meragukan kebaikan dan kesetiaan Tuhan – saat orang melukai atau mengkhianati Anda, saat tantangan terasa begitu berat, saat Anda sudah lelah berjuang, ingatlah bahwa kita memiliki Yesus, yang hidup dan dapat memberikan kedamaian di dalam hati kita serta menggantikan ketakutan, keraguan, dan kebingungan, dengan iman dan keberanian. Yesus adalah Tuhan kita yang setia.

Selama Yesus hidup – Dia tidak akan pernah mati – dan kita menaruh harapan kita di dalam-Nya, harapan kita akan terus hidup.

“Hendaklah kita berpegang teguh pada harapan yang kita akui, sebab Allah bisa dipercayai dan Ia akan menepati janji-Nya,” Ibrani 10:23 (BIS).

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OK