Kita sebagai jembatan

Praise and Worship (PW) team ibarat jembatan. Jembatan dibuat supaya orang bisa melewati dari satu titik ke titik yang lain. Fungsi PW team menghubungkan jemaat pada Yesus. Melalui permainan musik, lagu-lagu yang dibawakan atau gerak tubuh yang menginspirasi jemaat menyembah Tuhan.

PW team, berlakulah seperti ninja. Tak terlihat hingga misi usai. Selama PW session apakah orang  akan melihat kita atau melihat Yesus? Tujuan penyembahan bukanlah kita, tapi Yesus.

"Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

(Yohanes 1:26-28)

Yohanes menunjuk kepada Yesus

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.=Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

(Yohanes 1:29-34)

Mereka tidak hanya percaya, namun mengikut Yesus

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.

(Yohanes 1:35-37)

Yohanes Pembabtis adalah contoh "jembatan" yang secure. Ia rela muridnya ikut Yesus karena Ia sadar siapa dirinya.

"Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

(Yohanes 1:38-39)

Mereka meluangkan waktu untuk Yesus.

"Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

(Yohanes 1:40-42)

Andreas berpikir bahwa tidak cukup informasi dari orang saja, tapi Ia mau sungguh-sungguh mengenal Yesus. 

PW team, mari mengenal pribadi Yesus. Ikutilah Yesus, bukan sekadar mengagumi-Nya. Bertanyalah apa yang ada dalam hati-Ny. Ambil waktu khusus untuk Tuhan, supaya apa yang kita lakukan (menulis lagu, mempimpin pujian dan sebagainya) bisa dipakai sebagai jembatan untuk membawa orang-orang mengenal Yesus.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly